Pancasila Tak Sakti?

Hari ini, Republik rakyat China berulang tahun. 60 tahun lalu Mao Zedong memproklamirkan di Lapangan Tiananmen setelah menggusur kaum nasionali pimpinan Chiang Kai Sek. Kompas di kolom opini menurunkan 4 artikel yang semuanya mengulas China. Salah satunya karangan I Wibowo, sinology ahli tentang China dari UI. Aku pernah ketemu dengan I Wibowo ketika pertemuan tahunan FPBN di Batu Malang. Aku jadi salah satu panitia. Di artikel berjudul 60 tahun China, I Wibowo mengupas mengapa China maju. Salah satu resepnya adalah selalu iri kepada AS. Walau AS dipandang sebagai gembong kapitalisme terbesar tapi elite China menyimpan kekaguman pada Negara Paman Sam ini. China selalu ingin menyamai, apa yang bias dibikin As maka China harus bisa bikin. Termasuk persaingan ke luar angkasa, China telah sanggup mengirim taikonot. Tahun 1959 Mao melancarkan kebijakan Lompatan Jauh ke Depan. Mao mau mengejar AS dalam 15 tahun dan Inggris dalam 10 tahun. Artikel lain pun mengupas keberhasilan China dari beberapa segi. Masih memeluk komunisme tapi terbuka lebar menyambut kapitalisme. Indonesia bagaimana? 1 Oktober hari Kesaktian Pancasila. Kesaktian tak sanggup mencegah gempa 7.6 skala richter dating ke bumi Andalas. Ranah Minang bergoyang. Ratusan nyawa melayang. Ribuan bangunan rubuh. Infrastruktur rusak. Tapi, apapun ideologi anda, apapun ideologi Negara anda, kapitalisme kek, komunisme kek, neoliberal kek, termasuk Pancasila, tak akan sanggup melawan garis alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s