MENGHISAP MITOS

Bayangkan bila ini terjadi pada gigi anda, berhari-hari bahkan bertahun-tahun. Iklan pasta gigi Zact.

Produsen Zact membidik pasar yang unik tapi besar yaitu kalangan perokok. Iklan itu berpesan silakan merokok, tidak perlu khawatir selama anda memakai pasta gigi Zact.

Sebuah pesan yang menyesatkan. Kita semua tahu bahwa rokok adalah racun. Tidak saja meracuni gigi, tapi banyak organ tubuh mulut, paru-paru, jantung, seluruh organ vital tubuh dapat diracuni rokok. Sialnya lagi, tidak hanya organ tubuh si perokok saja yang rusak tapi organ perokok pasif juga turut rusak. Budayawan Taufik Ismail memberikan tamsil yang begitu menarik dan tepat menggambarkan bahaya merokok, tidak saja bagi diri perokok tapi juga bagi orang sekitar.

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,
(Tuhan 9 cm, Taufik Ismail)

Kembali ke iklan, bahwa industri rokok dibangun bersandarkan mitos. Sebab secara fakta, rokok ditinjau dari sudut manapun, faktanya adalah negatif, faktanya merusak. Secara fakta, tidak ada manfaat yang signifikan yang diperoleh dari rokok. Lebih besar mudharat ketimbang manfaat.

Industri rokok tidak mungkin beriklan, mengatakan bahwa ayo merokoklah produk kami sebungkus sehari maka badan anda akan sehat, atau rokok kami bermanfaat membuat kulit mulus bercahaya, atau hisaplah sebanyak mungkin rokok kami maka keturunan anda semakin cerdas atau pabrik rokok untung bangsa untung.

Maka cara yang ditempuh industri rokok adalah membuat iklan yang memitoskan bahwa rokok itu baik karir anda, rokok baik bagi persahabatan anda, bila anda ingin keren maka merokoklah. Iklan rokok berusaha  mengkaitkan rokok dengan sesuatu yang sebenarnya tidak berhubungan sama sekali. Bahkan berlawanan.

Coba simak beberapa tagline rokok :

Enjoy Aja

Enggak ada Loe Enggak Rame

My Life My Adventure

Bukan Basa Basi

Ekspresikan Aksimu

U Are U

Siang Dipendam Malam Balas Dendam

Tanya Kenapa?

Pria Punya Selera

Emang Bikin Bangga

(silakan menambahkan……..)

http://roemahku.wordpress.com/2008/09/10/iklan-rokok-yang-benar/

Tagline canggih nan cerdik itu bertujuan menciptakan mitos bahwa merokok itu baik dan merupakan hal yang biasa. Tagline berusaha merangsang orang untuk mencoba merokok serta mencegah niat orang untuk berhenti merokok. Wooo dahsyat.

Anda tentu hafal. Tapi, mari kita resapi dan renungkan pesan-pesan rokok diatas. Apakah hidup anda tidak enjoy kalau tidak merokok? Apakah hidup anda sepi, enggak rame kalo enggak ngerokok? Apakah anda tidak bisa menjadi kebanggaan orang tua kalo anda tidak merokok?

Bila kita memakai akal sehat dan hati yang jernih, merenungkan rayuan rokok itu, kita malah mendapat pesan bahwa tidak ada hubungan sama sekali pesan-pesan tersebut dengan rokok. Kita bisa tetap enjoy tanpa harus merokok. Kita malah bisa jadi kebanggaan orangtua tanpa merokok.

Namun, iklan-iklan rokok itu terus-menerus, secara massif, menggedor kesadaran kita, dimana saja, kapan saja. Tak member waktu sedetikpun bagi kita untuk sadar mencerna.

DIKEPUNG IKLAN ROKOK

Dimana ruang yang steril dari iklan rokok?

Ruang publik penuh sesak dengan iklan rokok. Jalan raya, halte, terminal, badan-badan bus kota, jembatan penyeberangan, iklan layanan masyarakat, taman, tempat rekreasi, pasar, mall semua dipenuhi iklan rokok. Bahkan di sekolah, kampus, lembaga pendidikan tempat kaum muda menuntut ilmu dan ditempa kedewasaannya malah menjadi surga iklan rokok. Setiap jengkal ruang publik dikepung iklan rokok.

Pengepungan terus berlanjut ke ruang privat sampai tempat paling intim, tempat tidur. Iklan rokok menyerbu dengan menunggang media. Media cetak, koran, majalah, tabloid, internet, media elektronik radio dan yang paling dahsyat televisi terus menerus tak pernah lelah meyuguhkan iklan rokok.Menurut AC Nielsen Media Research, belanja iklan rokok menduduki rating kedua sebesar Rp 1,6 triliun (2006) dan rating ketiga besar Rp 1,5 triliun pada 2007. Sedangkan belanja iklan industri rokok menurut pada kuartal pertama tahun 2010 naik 8% menjadi 377 milyar, dari 349 milyar kuartal pertama tahun 2009.

http://roemahku.wordpress.com/2008/09/10/iklan-rokok-yang-benar/

Kaum muda atau remaja menjadi target berondongan iklan rokok. Sebab di tangan kaum mudalah, nasib industri rokok bergantung. Subsitusi, kaum muda atau remaja adalah target pasar untuk menggantikan perokok senior yang sudah meninggal atau berhenti merokok. Kontinuitas, semakin dini remaja merokok semakin besar keuntungan bagi industri rokok (basis konsumen jangka panjang). Loyalitas, remaja sangat loyal terhadap merek rokok yang dihisapnya (Dina Kania).

SENANDUNG ASAP

Tidak hanya mengandalkan iklan di media massa, industri rokok langsung menyapa pasar dengan mensponsori musik, olah raga, film, seni budaya bahkan kegiatan keagamaan.

Hasil Pemantauan Aktivitas Industri Rokok Januari – Oktober 2007 oleh Komnas PA, TCSC IAKMI, FAKTA, mencatat 1350 kegiatan yang disponsori industri rokok.

No Jenis Kegiatan Jumlah
1 Musik 378
2 Olah Raga 870
3 Film Layar Lebar 9
4 Seni Budaya 60
5 Keagamaan 24
6 Lain-lain 11
Total 1350

Banyak aliran musik, banyak pula merek rokok. Masing-masing merek mengambil celah yang special dan berfungsi membangun brand image serta yang sesuai dengan target pasar. Gudang Garam menggarap musik rock. Bentoel Sejati bermain di musik dangdut yang menyasar segmen kelas bawah. Sejati bertarung dengan Djarum Coklat. LA Light membidik kalangan remaja menengah, masuk ke aliran alternative, Pop HipHop, R&B. LA Light menantang A Mild, sang penguasa pasar.

Berbagai bentuk sponsor musik. Yang paling kentara adalah konser. Hampir (atau bahkan tidak ada) konser musik yang steril dari atribut rokok. Ada juga ajang pencarian bakat macam A Mild Live Wanted, Gudang Garam Rock Competition.

Karena (hampir) tidak ada konser musik yang steril dari rokok, hampir mustahil pula mencari artis, penyanyi, band yang independen dari rokok. Artis sebesar SLANK, Nidji, di setiap konser selalu disponsori rokok. Bahkan SLANK, Nidji terikat kontrak dengan merek rokok. Nidji mempromosikan DJarum Coklat, SLANK dikontrak merek DJinggo. Kita semua tahu kebesaran SLANK dan Nidji. Berapa ribu remaja yang gandrung kepada mereka? Menjadikan gaya hidup personil band sebagai panutan. Dan kekuatan ini yang dimanfaat industri rokok.

Tahun Baru, Ramadhan, 17 Agustus, Ulang Tahun Jakarta merupakan momentum yang sayang dilewatkan. Berbagai merek rokok saling beradu memanfaatkan momentum ini. A Mild memnyajika tagline yang benar-benar pas di saat puasa, Siang Dipendam Malam Balas Dendam.

NAFAS TEMBAKAU

Salah satu nasihat yang harus dipatuhi para atlit adalah menjauhi rokok. Rokok berdampak buruk pada ketahanan fisik. Bahkan atlit yang tak butuh stamina bagus macam atlit catur sebaiknya menghindari candu rokok. Sebab tak diperkenakan merokok ketika bertarung di papan catur.

http://roemahku.wordpress.com/2008/09/10/iklan-rokok-yang-benar/

Canggih benar manuver industri rokok dalam beriklan. Dunia olahraga, jembatan menuju kesehatan malah dikangkangi industri rokok. Hal yang benar-benar bertolak belakang bak kutub positif melawan kutub negatif. Rokok, ancaman besar bagi kesehatan, jor-joran membiayai kegiatan olahraga.

Sponsor rokok menyentuh semua cabang olahraga, sepakbola, basket, futsal, volley, badminton, bilyar, balap motor, balap mobil, sampai memancing.

Di negeri ini, Indonesia, tak ada kompetisi olahraga yang steril dari rokok.

TAKTIK LAIN

Kaos, handuk, asbak, tas, hampir semua yang disandang kaum muda juga menjadi incaran rokok.

Kamulah Satu-Satunya, Love is Cinta, adalah contoh kecil judul film layar lebar yang dirambah merek rokok.

Don’t Judge The Book by Cover. Tapi kemasan juga menentukan keputusan konsumen untuk membeli produk tertentu. Beberapa merek rokok mengeluarkan bungkus dengan design khusus dan terbatas. Bahkan ada yang melibatkan konsumen untuk mendesign kemasan. Siapa yang tak bangga, hasil design beredar ke seantero tanah air, diliat berjuta-juta mata? Rayuan maut.

CSR, corporate social responsibility, tanggungjawab sosial perusahaan.

Industri rokok nampaknya menjadi industri yang paling “bertanggungjawab”. Sampoerna Foundation banyak bergerak di dunia pendidikan. Sekalig lagi dunia pendidikan, dunia yang seharusnya steril dari asap rokok. SF memberikan beasiswa tingkat SD SMP SMA S1 S2 S3. Ada juga penghargaan bagi guru dan dosen.

Wartawan tak luput juga disasar dengan adanya Penghargaan Anugrah Adiwarta Sampoerna.

Djarum pun mengikuti jejak yang sama dengan mengobral Beasiswa DJarum.

Inilah bukti kedigdayaan industri rokok yang sanggup masuk kemana saja.

SEBERAPA DALAM?

Bagaimana penetrasi iklan rokok di media massa terhadap anak-anak dan remaja? Penelitian Dampak Keterpejanan Iklan dan Sponsor terhadap Kognitif, Afektif dan Perilaku Remaja Merokok UHAMKA dan Komnas Anak tahun 2007 dengan melibatkan 353 responden yaitu siswa SMP-SMA se Jakarta dapat memberikan potret yang jelas.

Rata-rata remaja mulai merokok pada usia 14 tahun. 31,5% remaja mulai merokok pada usia 15 tahun. Ditemukan pula 1,9% remaja yang mulai merokok pada usia 4 tahun. Haaahh 4 tahun udah ngerokok. Temuan itu dikonfirmasi dengan berita beberapa waktu lalu bahwa ada bocah berusia 4 tahun berinisial WS asal Malang yang sudah gemar merokok plus berkata jorok. Kelakuan WS tersebut ditengarai akibat pergaulan WS yang kerap bermain dengan orang dewasa ketimbang bermain dengan teman sebaya.

46,3% remaja berpendapat iklan rokok punya pengaruh besar untuk memulai merokok.

Dimana para remaja melihat iklan rokok?

  • 99,7 % remaja melihat iklan rokok di televise
  • 86,7 % remaja melihat iklan rokok di media luar ruang
  • 76,2 % remaja melihat iklan rokok di Koran dan majalah
  • 81 % remaja pernah mengikuti kegiatan yang disponsori industri rokok

Rata-rata 71,52% terpajan oleh semua media iklan rokok.

Musik dan olahraga memang wahana yang sangat cocok dirambah merek rokok. 71,6% remaja mengikuti kegiatan musik yang disponsori rokok. 64,4% remaja mengikuti kegiatan olahraga yang disponsori rokok. Dan 81% remaja pernah mengikuti kegiatan yang disponsori rokok.

Pengaruhnya luar biasa. Segala taktik promosi, iklan, sponsor rokok mampu menimbulkan keinginan remaja untuk merokok. Menjaga remaja untuk terus merokok. Dan mendorong remaja yang telah berhenti merokok untuk kembali merokok.

TOTAL BAN

Tak ada jalan lain yang lebih baik untuk menyelamatkan kaum muda, generasi penerus negeri ini dari intaian candu nikotin. TOTAL BAN, larangan total segala bentuk iklan, promosi, sponsor rokok.

Sekarang juga. Jangan terlambat. Atau kita menyesal. Mitos menjelma menjadi kenyataan yang menakutkan.

2 comments

Leave a Reply to Arman Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s