Mengelola THR Agar Tak Sekadar Mampir

Bagi kaum karyawan, ada yang dinanti-nanti di ujung bulan Ramadan yaitu cairnya THR tunjangan hari raya. Secara peraturan, perusahaan wajib memberikan THR kepada karyawan selambat-lambatnya seminggu sebelum hari raya Idul Fitri.

Meski begGambaritu, belum banyak karyawan yang paham bagaimana mengelola THR agar tak sekadar singgah sebentar di dompet. Sementara kebutuhan jelang Ramadan membludak mulai dari belanja baju baru, aneka macam kue, tiket mudik sampai hadiah bagi para ponakan.

Naaah berikut pengelolaan THR berdasar obrolan dengan Prita Ghozie seorang financial planner

5% untuk zakat, infak dan shodaqoh

50% mencukupi bermacam kebutuhan Lebaran seperti tiket mudik, baju baru, aneka kue dan makanan, termasuk hadiah berupa lembaran uang baru bagi ponakan.

15% disimpan untuk keperluan Qurban yang akan datang sekitar 2 bulan lagi

30% bisa dipergunakan membayar utang, menambahi cadangan dana darurat dan investasi.

Menilik pembagian diatas ternyata THR bisa jadi sarana investasi. Tinggal sekarang bagaimana kita mengelola dengan bijak, tak langsung amblas.

Tips penting lagi, pisahkan uang THR ke dalam amplop yang berbeda-beda. Sehingga bila salah satu pos misalnya belanja lebaran sudah menipis, kita bisa mengerem keinginan kita.

Mari rayakan Lebaran sebagai hari Kemenangan, kembali ke kondisi suci bersih (semoga dosa-dosa diampuni) dan menjalin silaturahmi dengan sanak kerabat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s