Situs Penyebar Kebencian Harus Dibatasi, Tapi…

Panasnya polemik pemblokiran situs yang dinilai menyebarkan kebencian oleh Kominfo atas permintaan BNPT, menjadi alasan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menggelar diskusi bertajuk “Kontroversi Penutupan Situs Radikal: Sensor Internet, Politis, atau Perlindungan Publik?”

Hadir sebagai narasumber adalah

  1. Komisaris Jenderal Saud Usman Nasution, Kepala BNPT

Bagaimana pengaruh situs konten ekstrimis atau jihadis meningkatkan ancaman keamanan di Indonesia?

  1. Yosep Adi Prasetyo, anggota Dewan Pers

Bagaimana seharusnya pers bersikap terhadap situs-situs ekstrimis?

  1. Margiono, Pengamat Cyber Law dan  Pendiri Indonesia Online Advocacy

Bagaimana mekanisme yang tepat untuk memblokir situs konten ilegal dalam negara demokrasi?

  1. Mahladi, Pemimpin Redaksi Grup Hidayatullah.com

Bagaimana pengaruh penegakan hukum bagi gerakan para jihadis?

Berikut beberapa link berita yang memuat jalannya diskusi

Pimred Situs yang Diblokir akan Menggugat, BNPT: yang Blokir Kominfo

Mengandung Radikalisme, Alasan BNPT Soal Pemblokiran Situs

Sedangkan dibawah ini adalah pernyataan pers AJI Jakarta
JAKARTA. Langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir 22
situs yang kontennya dianggap menyebarkan kebencian dan menyerukan
kekerasan atas nama agama layak diapresiasi. Meskipun begitu,
pemblokiran situs masih memantik kontroversi bagi sebagian masyarakat.
Kementerian Komunikasi mengacu pada Peraturan Menteri Komunikasi dan
Informatika Nomor 19 Tahun 2014 yang menyediakan payung hukum untuk
menutup akses terhadap situs Internet bermuatan negatif. Peraturan
Menteri ini mengacu Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang
Informasi dan Transaksi Elektronik.

Situs konten yang bisa dilaporkan dan dapat diblokir, menurut
peraturan tersebut adalah menyangkut privasi, pornografi anak,
kekerasan, suku, agama, ras, dan antar golongan, serta konten lainnya
yang berdampak negatif dan meresahkan masyarakat.

Dalam kasus penutupan 22 situs ini, pemerintah menggolongkannya
sebagai konten negatif yang dapat membahayakan masyarakat dan keamanan
nasional. Pemblokiran ini sebenarnya telah lama dinantikan karena
pemerintah harus melindungi kepentingan umum dari konten internet yang
dianggap menyerukan kekerasan dan mengajak pembacanya untuk bergabung
dengan kelompok-kelompok keagamaan yang menghalalkan aksi kekerasan
seperti Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Di negara demokrasi, pemerintah memang harus tegas membuat batasan
antara kebebasan berekspresi dengan penyebaran kebencian dan penyeru
kekerasan. Masalahnya di Indonesia, sebagian masyarakat masih belum
melek media sehingga belum bisa membedakan antara situs yang merupakan
bagian dari kebebasan berekspresi dengan situs penyebar kebencian
(hate speech).

Bahkan sebagian situs penyebar kebencian dan penganjur kekerasan yang
diblokir itu mengklaim sebagai pers Islam atau media Islam. Padahal,
sangat mudah untuk dikenali dari konten-konten yang telah mereka
produksi, situs-situs yang diblokir itu bukan produk pers karena tidak
menjalankan prinsip pers seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor
40/1999 tentang Pers.

Mengenai penutupan 22 situs internet, AJI Jakarta menyatakan sebagai
berikut: pertama, pemerintah harus mengontrol situs-situs penyebar
kebencian dan situs yang mengajak melakukan kekerasan dengan alasan
keagamaan. Kedua, meskipun kontrol diperlukan, pemerintah harus
transparan dan menempuh cara yang demokratis dalam melakukan
pemblokiran sehingga panel ahli yang telah dibentuk oleh pemerintah
melalui Menkominfo Nomor 290 Tahun 2015 tentang Forum Penanganan Situs
Internet Bermuatan Negatif, tidak menjadi lembaga sensor baru di dunia
maya.

Jakarta, 5 April 2015

Kontak person:

Ahmad Nurhasim (Ketua AJI Jakarta)) 081283949524

Muhammad Irham (Sekretaris AJI Jakarta) 081410161662
=============================
AJI Jakarta
Jl. Kalibata Timur 4G No.10
kalibata, Jakarta Selatan
T/F: 021 7984105
Email : ajijak@cbn.net.id
Situs : www.ajijakata.org
=============================

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s