Hari Guru di Dunia Maya

Hari ini, 25 November saya mengucapkan selamat Hari Guru kepada (alm) Yangkung, Mami dan Ibu, yang telah mengabdikan diri demi mencerdaskan para anak didiknya. (alm) Yangkung guru di SMEA, kini dikenal sebagai SMK, sedangkan Mami adalah guru Bahasa Inggris di beberapa SMA di Klaten dan Ibu merupakan guru agama SD di Malang. Keduanya Mami dan Ibu sudah pension per tahun ini. Meski pension jangan kira kesibukan keduanya berkurang. Mami sibuk sebagai pelatih di Pramuka, beberapa kali mengikuti kegiatan perkemahan. Ibu asyik dengan jamaah pengajian yang kerap keluar kota untuk berziarah.

Untuk memperingati Hari Guru Nasional, saya diminta para wali murid kelas 1F SD Global Islamic School untuk mengisi Parent Teaching Day (PTD). PTD ini konsepnya mirip dengan Kelas Inspirasi, saya mengajar ke kelas 1 SD mengenai profesi saya.

whatsapp-image-2016-11-25-at-9-33-42-pm

Tahun ini sudah kedua kalinya saya mengisi PTD di Global Islamic School. Yang pertama dua tahun lalu ketika Adlina duduk di kelas 1. Tahun ini giliran kelas adiknya, Araikal yang kebetulan di kelas 1F sama dengan kakaknya dulu.

Mengajar anak SD itu sedap-sedap asyikk. Pengalaman mengajar anak SD pertama kali saya dapatkan tahun 2013 ketika hati saya membuncah ketika terpilih sebagai salah satu pengajar di Kelas Inspirasi. Di kesempatan inilah, perasaan saya bergetar mendengar pidato Anies Baswedan sang inisiator Kelas Inspirasi. Sungguh mengajar di Sekolah Dasar merupakan pengalaman yang sangat membekas di benak saya. Karena itu, tak lama kemudian saya dengan beberapa teman membikin kegiatan serupa di SD Bekasi.

Mengajar seakan mengalir di dalam darah saya. Saya menikmati sekali aktivitas berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Sebelum masuk kelas 1F di Global Islamic School saya sempat mendengar pidato Mr Sirodj kepala sekolah GIS yang menceritakan sejarah perjuangan guru mulai dari era kolonial hingga Indonesia Merdeka. Pidato penuh semnagat itu terasa sempurna ketika diakhiri dengan Hymne Guru nan syahdu.

Terpujilah wahai Ibu Bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir didalam hatiku
S’bagai prasasti terimakasihku ‘ntuk pengabdianmu
Engkau bagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa

Jam 8.15 giliran saya mengajar di kelas 1F. Semalam saya sudah menyiapkan video-video underwater. Saya ingin mengajak anak-anak mencintai mahkluk laut lewat materi underwater videography. Para murid terpesona dengan keindahan bawah laut. Agar lebih interaktif, saya membawa action cam yang bisa untuk merekam di bawah air. Setiap anak mendekat dan mencoba untuk memasang action cam ke dalam housing. Agar tidak bosan, saya mengajak anak-anak ke kolam ikan sekolah dan merekam ikan-ikan dengan action cam. Anak-anak bersorak girang melihat rekaman ikan-ikan yang saya tayangkan lewat laptop.

Tentu, tak lupa saya sempatkan upload beberapa foto aktivitas mengajar ini di Instagram dan Facebook.

Dan para netizen menyambut Hari Guru dengan suka cita. Data Indonesia Indicator menunjukkan bahwa terhitung 14.810 percakapan mengenai guru dari 10.321 akun aktif. Dari sisi jenis kelamin, netizen pria sebesar 56% dan perempuan 44%. Dari sisi usia, netizen yang paling aktif bercuit 66% berusia 18-35 tahun. Ramainya cuitan hari Guru di dunia maya didominasi emosi trust, joy dan anticipation. Emosi trust ini mengambarkan peran guru dalam mendidik bangsa. Sementara emosi joy muncul dari ucapan-ucapan selamat kepada para guru yang telah mencerdaskan para anak didik. Mungkin cuitan saya terekam sebagai emosi joy.

twitter

dashboard

Beberapa tagar yang muncul #Hari Guru #SELAMATHARIGURU #HG2016 #HariGuruNasional

tagar

Media online pun turut meramaikan Hari Guru Nasional dengan memuat 10-18 ribu berita dari 891 media online. Sentimen negative mencapai 30% sepanjang 2016 dengan isu antara lain perilaku oknum guru dan masalah terkait kesejahteraan guru. Presiden Joko Widodo menjadi sosok yang terbaik disebut terkait dengan berita guru. Presiden Jokowi dalam hal ini menjadi harapan terakhir para guru untuk memperjuangkan dirinya. Beberapa hal positif seperti silaturahmi Presiden dengan para guru termasuk pula sanggahan mengenai isul tunjangan guru yang kabarnya akan dihapus. Tokoh lain yang banyak disebut adalah Ahok yang telah menaikkan guru bantu PNS, membantu guru ngaji madrasah. Sosok lain yang bikin miris adalah nama Gatot Brajamuksti dan Dimas Kanjeng yang disebut sebagai guru tapi memberi persepsi negatif di masyarakat.

isu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s