PANDA BERPESTA di PIALA DUNIA

Meski tim nasional China tidak lolos ke putaran Piala Dunia 2018 namun ratusan ribu penggemar bola dari China membanjiri Rusia. Menurut rilis FIFA, sebanyak 40.251 lembar  tiket diborong penonton asal China, jauh lebih banyak ketimbang tiket yang dibeli para suporter the Three Lions, Inggris yaitu 32.362 lembar. Sayang sekali perjuangan Inggris harus kandas di semifinal, digusur Kroasia. Namun saya angkat topi dengan keberanian pelatih Gareth Southgate meninggalkan beberapa pemain senior dan lebih memilih bintang muda seperti Raheem Sterling, Marcus Rashford, John Stones atau Dele Alli. Para belia ini mengarungi ganasnya pertarungan ajang sepak bola tertinggi sejagat. Saya juga menikmati racikan Southgate yang memainkan 3 bek tengah, disokong wing back kanan kiri yang begitu bertenaga saat menyerang maupun bertahan. Kieran Tripper di wing back kanan, Ashley Young di wing back kiri. Sayang seribu sayang, auman singa-singa muda Inggris dibungkam tim kuda hitam Kroasia. Di perebutan gelar ketiga, Inggris dibenamkan oleh skuad lincah, Belgia. Sudahlah kita tinggalkan kepedihan 3 Singa Inggris karena begitulah romansa Piala Dunia. Ada yang bersedih, ada yang berpesta. Di gelaran Piala Dunia 2018 ini “Panda” pun turut berpesta, seakan menjadi peserta ke-33. Mari kita telaah bagaimana China turut meramaikan gelanggang Piala Dunia 2018.

world cup

TURIS

Meski 40 ribu tiket diborong oleh penonton yang berasal dari China namun turis China yang datang ke Rusia jauh lebih banyak. Media terkemuka South China Morning Post, memperkirakan lebih dari 100.000 turis China menghabiskan waktu di Rusia selama kompetisi Piala Dunia berlangsung. Perkiraan ini berdasarkan data dari agen perjalanan daring terbesar Ctrip. Wang Yon seorang penggila bola dari Shanghai mengaku pergi menonton Piala Dunia 2018 karena jarak ke Rusia relatif dekat serta kemudahan bebas visa masuk bagi pemegang tiket pertandingan. Wang tinggal selama lima hari di Rusia untuk menyaksikan pertandingan pembukaan antara Arab Saudi dengan tuan rumah Rusia. Para pelancong dari Negeri Panda rata-rata menghabiskan dana 50.000 yuan atau sekitar 100 juta rupiah untuk membeli tiket pesawat, menginap di hotel, membeli makanan, transportasi lokal serta tiket pertandingan. Pemesanan penerbangan dari China menuju Moskow, St Petersburg dan kota-kota besar di Rusia melonjak hingga 50 persen. Shanghai, Beijing dan Chengdu merupakan tiga kota terbanyak yang warganya bepergian ke Rusia.

supporter

CAMILAN

Kedatangan para pelancong tentu menggerakkan roda ekonomi Rusia. Uang yang berputar untuk tiket pertandingan, penginapan, makanan termasuk transportasi berasal dari kantong para pelancong. Ada sekitar 1.6 juta pelancong asing yang menghabiskan waktu di Rusia selama putaran Piala Dunia berlangsung.

Tidak hanya ekonomi Rusia yang menggeliat, gelaran Piala Dunia juga mendorong konsumsi di China. Banyak warga China yang memborong cemilan dan minuman sebagai teman menonton serunya bal-balan di rumah masing-masing. China Daily melaporkan meningkatnya penjualan kuaci sebanyak 1.7 juta bungkus dan 18 juta botol bir laku terjual. Kuaci bunga matahari merupakan cemilan favorit warga China.  

Masih soal makanan, raksasa e-commerce China, Alibaba, mengekspor 100.000 ekor udang laut ke Rusia selama putaran Piala Dunia. Banyak fans sepakbola dari berbagai negara yang menyukai udang laut asal China ini. Restoran La Provencia memesan 300 kilogram udang laut, hebatnya tak sampai seminggu sudah ludes.
SPONSOR

Dari layar kaca, saya sering melihat iklan telepon genggam Vivo terpampang di papan yang mengelilingi lapangan arena Piala Dunia. Vivo, merek asal China yang kini sangat agresif memasarkan produk di Indonesia, bersaing dengan Oppo dan Samsung. Hebat benar pikir saya, Vivo sudah berani menjadi sponsor ajang olahraga paling bergengsi. Vivo hanyalah salah satu dari tujuh perusahaan China yang menanam uang di Piala Dunia yaitu Hisense (perusahaan elektronik), Dalian Wanda group (perusahaan konstruksi), produsen produk susu Mengniu, Yadea Technology Group, perusahaan teknologi LUCI dan merek pakaian pria DIKING. Perusahaan-perusahaan asal China ini menggelontorkan uang sebesar 835 juta dollar, sepadan dengan sepertiga peroleh iklan yang diraup oleh FIFA. Iklan perusahaan besarnya dua kali lipat nilai iklan dari perusahaan asal Amerika Serikat. Bahkan iklan dari perusahaan Rusia sendiri nilainya jauh lebih kecil hanya 64 juta dollar. Sebagai perhelatan paling akbar sedunia tak dapat dipungkiri Piala Dunia menjadi ajang promosi yang mujarab.

Yang Hengming, CEO Wanda Sports Group mengatakan “Wanda adalah perusahaan China pertama yang menjadi partner FIFA. Kami sangat bangga dan kami sangat senang. Kami juga gembira melihat perusahaan China yang lain mengikuti jejak kami.”

Pernyataan Yang diamini oleh petinggi FIFA, Philippe Le Floch, perusahaan China sangat ingin belajar, memperluas dan mengembangkan sepakbola di China. Persis yang ingin kami lakukan juga.

mascot
ZABIVAKA

Mengoleksi kostum tim sepakbola merupakan kebiasaan para suporter. Namun apakah anda membeli Zabivaka? Zabivaka sang serigala merupakan maskot ajang Piala Dunia 2018. Dan lagi-lagi, perusahaan asal China yang mendapat order untuk memproduksi merchandise resmi Piala Dunia 2018.

Hangzhou Fude, perusahaan manajemen brand, satu-satu agensi yang memiliki lisensi untuk memproduksi dan menjual maskot Piala Dunia 2018 di luar wilayah Rusia. Fude mengorder pembuatan Zabivaka ke 30 pabrik berbeda demi mengejar tenggat waktu.

“Pabrik kami tak pernah berhenti berproduksi namun jumlah pesanan begitu banyak melebihi kapasitas produksi kami” terang salah seorang kepala pabrik mainan di Dongguan, Guangdong, China seperti dilansir oleh huanqiu.com.

TUAN RUMAH

Pesta negara panda di Piala Dunia memuncak di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping yang juga sangat menyukai sepakbola. Bahkan Presiden Xi ketika bertemu dengan boss FIFA Gianni Infantino menyatakan keinginan China menjadi tuan rumah perhelatan Piala Dunia. Dengan segala keramaian dan keseriusan warga dan pemerintah China di persepakbolaan, kita menanti apakah China, negeri Panda bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s