POKDAR

POKDAR
Kegiatan Pokdar Kamtibmas Kalibata City untuk yang pertama, Minggu 4/10/18

Salam,

Saya berjalan kaki dari tower Flamboyan, Kalibata City ke kelurahan Rawajati. Hanya 10 menit. Udara sejuk karena langit mendung. Deru kereta api di sebelah kiriku. Acara perkenalan Kopdar Kamtibmas baru saja dimulai di aula lantai dua kantor kelurahan Rawajati. Aiptu Suparman, Bhabinkamtibmas Polsek Pancoran yang membawahi Kelurahan Rawajati memberi pengarahan. Aiptu Suparman mengapresiasi dan merasa senang dengan antusiasme warga Kalibata City membentuk Pokdar Kamtibmas. Ada puluhan warga yang bergabung. Dan akan terus bertambah. Tugas pokok Pokdar sebagai mitra kepolisian adalah menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Setiap mengetahui ada gerak-gerik yang mencurigakan, anggota Kopdar bisa melaporkan ke pihak berwenang melalui jaringan HT atau grup WA.

Polisi yang bertugas di Polsek Pancoran namun tinggal di Pamulang, Tangsel ini juga mengingatkan dua hal penting kepada setiap anggota Pokdar. Pertama jangan sampai identitas Pokdar berupa rompi, kartu anggota disalahgunakan untuk hal-hal yang menyimpang. “Misalnya ingin beli senjata” ujar Aiptu Suparman. Kami tertawa mendengar ujaran itu.

Kedua, saat ini menjelang Pilpres dan Pileg, Aiptu Suparman meminta agar masalah dukung mendukung calon tidak mengudara di jaringan HT atau muncul perdebatan di grup WA. Ini demi persatuan dan kenyaman bersama. “Memilih itu hak masing-masing” tegas Aiptu Suparman.

Setelah Aiptu Suparman memberikan pengarahan, pembicara berikutnya adalah bang Ranu Koring atau Koordinator ring IV Rawajati. Ring dibagi berdasarkan per kelurahan. Ada enam kelurahan di kecamatan Pancoran yaitu Kalibata, Rawajati, Duren Tiga, Cikoko, Pengadegan dan Pancoran. Pria beranak empat ini berbagi pengalaman selama menjadi relawan Pokdar. Sering berpatroli di pinggir Sungai Ciliwung. “Kami kerap menemukan botol minuman keras, senjata tajam bahkan kondom bekas pakai.” kenang bang Ranu. Sebagai koring IV sudah dijalani sejak tiga tahun lalu. Selaku koring, bang Ranu juga menyambut senang semangat warga Kalibata City yang sukarela mau turut menjaga keamanan dan ketertiban. Sebagai relawan Pokdar yang cukup senior, Bang Ranu memberikan tips, jika kita mengendus gelagat kurang baik dari seseorang atau kelompok orang, kenakan rompi Kopdar lalu nyalakan saja HT. Bila ada niatan jahat, si orang tersebut pasti menyingkir.

Untuk program selanjutnya, bang Ranu menawarkan ada pertemuan lanjutan, bisa dengan topik-topik khusus seperti belajar menggunakan alat komunikasi HT, mengenali dan menghafal sandi-sandi. 8-6, 8-7, 10-2, Taruna termasuk mengetahui callsign setiap anggota pokdar dan jajaran yang terlibat. Bisa juga pertemuan membahas bahaya narkoba dengan menghadirkan narasumber dari BNN.

Pembicara terakhir adalah Muhammad Edward, sesepuh Kopdar yang sudah aktif sejak 2006. Edward menekankan bahwa aktivitas di Kopdar merupakan kegiatan sosial, jangan berharap mencari uang. Yang ada malah keluar uang. Misalnya untuk iuran membeli rompi, kartu anggota dan pesawat HT.

Saya bergabung di Kopdar karena saran dari Pak Eri, RT Flamboyan sebagai perwakilan warga Flamboyan. Niatnya membantu warga dan memberi rasa nyaman dan ketentraman lingkungan. Dan juga pokdar menjadi ajang silaturahmi diantara warga Kalibata City. Oleh sebab itu siapa bilang hidup di apartemen gak kenal ama tetangga? Banyak forum, kegiatan yang bisa diikuti dan saling kenal antar warga.

Untuk kelengkapan, setiap anggota Kopdar iuran 250.000 untuk pembuatan rompi dan kartu anggota. Sedangkan pesawat HT diserahkan ke masing-masing anggota. Bebas menggunakan merk apa saja. Yang penting berfungsi dan berbunyi. Salah satu merk yang direkomendasikan Baufeng.

Harga murmer murah meriah namun fungsi mumpuni.

Adzan dzuhur berkumandang. Kami menunaikan shalat berjamaah. Meski ada beberapa anggota yang pulang duluan namun pertemuan dilanjutkan setelah ibadah. Kami duduk melingkar. Forumnya lebih cair. Kami bertukar pandangan mengenai kerentanan yang biasa dan mungkin terjadi di Kalibata City. Praktik sewa-menyewa unit harian bahkan jam-jaman yang rawan disalahgunakan untuk prostitusi atau narkoba. Juga kerawanan dari warga asing yang menyalahi izin tinggal. Strategi dan taktik disusun untuk mengantisipasi kerawanan-kerawanan yang diperkirakan akan timbul. Apa saja strategi dan taktiknya?

eeeits rahasia dong.. Kalo ditulis disini ntar penjahatnya kabuuur duluaan haha

Terima kasih sudah membaca dan sampai jumpa besok.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s