DEKAT

Masjidil Aqso
my Love

Salam,..

“Why Muslim pray five times a day?”

Pertanyaan itu meluncur dari John, pria berumur 78 tahun asal Amerika Serikat. John adalah teman sekamar saya di Hotel Pastoral, Nice Perancis. Ini kamar ala backpacker. Di dalam kamar ada enam ranjang, disusun dua-dua terbuat dari besi. Di sudut dekat pintu ada loker enam pintu. Malam ini, kamar dihuni lima orang. Saya, lalu John lantas ada seorang cewe dari Korea Selatan sudah travelling sendirian di Eropa selama tiga minggu, seorang cewe asal Polandia bernama Kamila. Kamila pernah traveling ke Indonesia sebulan penuh. Dia menjelajahi Jakarta, Jogja, Bromo, Bali sampai ke Komodo. Dan satu lagi seorang cewe Perancis asal Marseilles. Saya tidak tahu namanya tapi dia seorang mahasiswa hukum yang tertarik mendalami hukum lingkungan. Si cewe ini Muslim keturunan Aljazair. Dia suka mengisi waktu dengan membaca buku Edward Said. Kami berlima berbagi satu kamar mandi. Sempit tapi nyaman. Dan murah hanya 15 euro per malam. Saya memesan lewat booking.com

Lokasi Hotel Pastoral berada di jantung kota Nice. Hanya 10 menit jalan kaki ke Stasiun central. Halte bus ke bandara ada di depan stasiun. Banyak restoran, kafe, mall dan toko-toko. Bila ingin ke pantai bisa jalan kaki 20 menit melewati deretan bangunan bergaya abad 18. Indah sekali arsitekturnya.

Kembali ke pertanyaan John. Kami berdua ngobrol hingga larut malam. Ngobrol macam-macam. Di sela obrolan, saya sempat sholat di dalam kamar setelah ketiga cewe tidur. Selesai sholat, John menanyakan mengapa Muslim beribadah lima hari sekali? Isn’t to much? Tidakkah itu berlebihan?

Saya berpikir sejenak. Pertanyaan sederhana tapi jawabannya bisa panjang dan rumit. Namun dengan kedangkalan ilmu agama yang saya miliki dan keterbatasan kosa kata Inggris yang saya kuasai untuk mencari padanan kata istilah-istilah keIslaman, saya berusaha menjawab segamblang mungkin.

 

“John, did you love your wife?” aku malah balik bertanya ke John.

“Sure I did” jawab John dengan mantap. Istri John sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.

“What did you do to express your love?” aku bertanya lagi.

“Hmmmm… let me try. I bought her big house, fancy car, I gave her anything she wanted.”

Iyess John.

Orang yang mencintai orang lain akan membuktikan cintanya dengan memberikan perhatian, membelikan benda-benda sebagai bentuk rasa cinta. Kita akan memberikan apapun kepada orang yang kita cintai. Hal yang paling berharga yang kita punyai adalah waktu. Jadi orang yang jatuh cinta akan memberikan banyak waktu kepada yang dicintainya. Jika kita mengaku cinta pada Tuhan, berapa lama waktu yang kita habiskan untuk berduaan dengan Tuhan.

“How much time do you spend with God? Once a year? once a week? once a day? Muslim spend their time five times a day with Allah. This is the proof of our love to God”

John manggut-manggut mendengar penjelasanku. “I understand. That’s very logic” Sebagai pegawai pemerintah, dulu John sering bertugas di negara-negara Afrika, seperti Senegal, Gambia dan beberapa negara lain. John kerap bertemu dengan Muslim di negara-negara Afrika. Menurut John, Islam adalah agama yang tenang, “Muslim is very calm and peacefull person”

Nampaknya John sudah menanyakan pertanyaan perihal mengapa Muslim sering beribadah ke beberapa orang namun belum mendapatkan jawaban yang memuaskan. “Five times a day also as reminder” “You know as human being, we are very easy to forget, tempted to do wrong things and sin” aku menambahkan penjelasan.

John menggambarkan dirinya sebagai orang yang haus pengalaman spiritual. Dia dibesarkan sebagai Katolik. Keberadaan dia di Perancis tengah menjalani napak tilas ziarah Katolik dengan berjalan kaki. Saya lupa nama kota dimana John mengawali ziarahnya namun John punya impian untuk berjalan kaki sampai ke Jerusalem.

Seru ngobrol, tak terasa hampir jam satu dini hari.

Waaha obrolan semakin menarik. John bangkit dari tempat tidurnya ketika saya bilang “I have been in Jerusalem this April”

 

Terimakasih sudah membaca dan sampai jumpa besok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s