1 dari 4 Orang Dewasa Menderita Nyeri Punggung

back pain pixabay
pixabay.com

Suatu hari saya diundang Danone menghadiri Focus Group Discussion yang digelar di Hotel Santika Tanahabang. Beberapa jurnalis penuh pengalaman meriung di satu meja. Ada mas Suwarjono, pimred suara.com, Ndoro Kakung alias Wicaksono, jurnalis yang menjelma selebtwit serta bang Nezar Patria, jurnalis dan aktivis tangguh. Saya yang paling hijau diantara mereka.

Kami duduk melingkar sambil menyimak dan bergantian menyampaikan pendapat. Tiba-tiba Bang Nezar berdiri sembari meminta maaf, dirinya harus mengikuti diskusi sembari berdiri karena nyeri punggungnya muncul bila terlalu lama.

Gatot, seorang kolega di kantor juga menderita sakit punggung. Beberapa kali terpaksa tidak bisa masuk kerja ketika nyeri punggung kumat. Kepada mereka berdua, saya menyarankan untuk berenang dan akunpuktur untuk meredakan rasa nyeri.

Penderita sakit punggung tampaknya mulai menanjak. Menurut penelitian, satu dari empat pekerja di Amerika Serikat menderita nyeri punggung bawah dan sangat berpengaruh terhadap kinerja mereka. Temuan ini dimuat di jurnal Annals of Internal Medicine. Pada 2015, National Health Interview Survey (NHIS) atau survei kesehatan mengumpulkan data tambahan mengenai hubungan antara nyeri punggung dengan kerja serta dampak nyeri punggung terhadap kinerja kepada pekerja di Amerika Serikat. Data ini pertama kali dikumpulkan setelah 30 tahun lalu.

Peneliti secara acak mensurvei lebih dari 19.000 orang dewasa untuk memperkirakan  beban nyeri punggung yang dialami para pekerja di Amerika Serikat dan apakah nyeri berdampak terhadap kinerja mereka. Peneliti menemukan 26.4%, kira-kira sebanyak hampir 40 juta pekerja menderita nyeri punggung bawah. Temuan lain adalah nyeri punggung sangat berdampak terhadap penurunan kinerja.

Nyeri punggung merupakan alasan yang lazim bagi pekerja tidak bisa masuk kerja. Terhitung lebih dari 264 juta hari kerja atau dua hari kerja per pekerja AS, hilang setiap tahun. Kerugian dan penurunan produktifitas kerja diperkirang senilai lebih dari 100 miliar dollar. Dan demi mengobati nyeri punggung, lebih dari 50 miliar dollar uang dikuras.

suffering sit
Flickr.com by centro güel

Secara internasional, penderita nyeri punggung bertambah 54% antara 1990 sampai dengan 2015.

Lalu gimana yaa caranya mencegah nyeri punggung?

 

 

Naah simak tips yang direkomendasikan oleh The American Chiropractic Association (ACA)

  • Jaga berat badan terus stabil
  • Selalu aktif
  • Hindari duduk terlalu lama
  • Pemanasan sebelum melakukan aktifitas fisik seperti jalan kaki, berkebun
  • Jaga postur badan
  • Gunakan alas kaki (sepatu atau sandal) yang nyaman
  • Tidur di kasur matras dengan tingkat kekerasan menengah untuk mencegah bengkoknya tulang belakang
  • Ketika mengangkat benda, bertumpu pada lutut, dekatkan benda ke tubuh dan jangan memutar
  • Berhenti merokok. Merokok menghambat peredaran darah, mengakibatkan kekurangan oksigen dan nutrisi ke jaringan tulang belakang
  • Cek kursi, meja dan tempat kerja anda memenuhi syarat ergonomis

Pengalaman saya, agar terhindar dari nyeri punggung bisa melakukan beberapa hal antara lain, batasi duduk maksimal 30 menit. Jika di kantor, selingi dengan berdiri atau sekadar berjalan kaki ke pantri. Sapa tau nemu camilan. Berdiri ketika menelpon. Intinya banyakin berdiri, kurangi duduk. Rutin berenang dan yoga. Serta bagi Muslim, shalat juga bisa membuat punggung nyaman. Gerakan shalat, berdiri, ruku, sujud dan duduk bisa melenturkan persendian. Apakah ada penelitian ilmiah yang membuktikan shalat berdampak positif terhadap tulang belakang? Kita cari yaaks

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s