KOPI, FLU dan DIABETES

 

IMG_20191222_192851.jpg

Saya lupa kapan terakhir kali minum obat flu. Sudah lama sekali. Jika tak enak body, demam, greges-greges, pening, hidung tersumbat, resepnya mudah dan murah.

Kopi.

Seduh secangkir kopi hitam, panas, pahit tanpa gula. Sangat disarankan memakai kopi murni Arabica bukan kopi instan. Apalagi kopi gunting xixixiiii. Kadar kafein Arabica lebih rendah dibanding Robusta. Tidak memelekkan mata.  

Sesap selagi hangat. Nikmati pahitnya. Rasakan kehangatan mengalir di tubuh.

Lalu minum air putih sebanyak-banyaknya. Bisa dengan takaran delapan gelas per hari.

IMG_20191210_154525.jpg

Kopi bersifat diuretik, merangsang buang air kecil lebih sering. Memperbanyak konsumsi cairan, mempercepat penyembuhan flu. Kopi juga kaya kandungan antioksidan yang bermanfaat memerangi peradangan. Menurut penelitian, antioksidan dalam kafein mempunyai efek anti radang, anti bakteri dan anti virus. “Antioksidan dalam kopi, membantu melawan peradangan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh,” kata Ashley Reaver, seorang ahli nutrisi lulusan Universitas Cornell, Amerika Serikat . “Secangkir atau dua kopi per hari saat Anda sakit dapat membantu mendorong sistem kekebalan tubuh Anda saat sedang berjuang melawan penyakit.” imbuh Reaver. Sebuah studi yang dilakukan oleh para psikolog di Universitas Bristol, Inggris, juga menemukan bahwa kafein dalam kopi mengurangi kesedihan umum yang terkait dengan pilek. . Peserta dengan pilek melaporkan setelah minum kopi, bermanfaat meningkatkan kewaspadaan dan kinerja mereka pada tingkat yang sama dengan kelompok sehat. 

Tak cuman sanggup menghajar flu, menurut studi terbaru, kopi juga bermanfaat mencegah diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Minum hingga empat cangkir kopi per hari, secara signifikan menurunkan resiko hipertensi dan diabetes.

IMG_20191212_144442.jpg

Para peneliti dari Spanyol dan Italia, merilis hasil studi ‘Coffee and Metabolic Syndrome: A review of the latest research’. Asisten profesor Giuseppe Grosso dari Universitas Catania mengulas tentang kaitan konsumsi kopi dan sindrom metabolik dari penelitian Polandia dan Italia.

Penelitiannya menunjukkan bahwa polifenol yang dikemas dengan antioksidan yang terkandung dalam kopi mungkin terlibat mencegah sindrom metabolik, ‘khususnya asam fenolik dan flavonoid’.

Dia juga meninjau penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa konsumsi kopi moderat membantu mengurangi penyakit kardiovaskular, kanker dan diabetes tipe 2.

Penelitian juga menunjukkan asupan kopi tiga hingga lima cangkir sehari terkait dengan penurunan 15 persen risiko penyakit kardiovaskular.

Estefania Toledo, dari Universitas Navarra, Spanyol, mengatakan analisis tersebut menunjukkan ‘hubungan antara konsumsi kopi dan penurunan risiko diabetes tipe 2’ dan menambahkan bahwa ‘konsumsi kopi jangka panjang dikaitkan dengan penurunan risiko hipertensi.’

Studi dilakukan secara independen namun didanai oleh the Institute for Scientific Information on Coffee (ISIC), yang anggotanya adalah produsen kopi terkemuka di Eropa yaitu illycaffe, Jacobs Douwe Egberts, Lavazza, Nestle, Paulig and Tchibo.

Lalu tunggu apa lagi. Mari kita menyeduh kopi dan merawat kesehatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s