Tontonan Menarik tentang Perang Salib

Para pengkhotbah berkeliling ke pasar, ke jalan, ke kerumunan orang. Mereka membawa gambar tentara Muslim mengencingi Makam Suci Yesus. Mereka membakar semangat orang Eropa untuk membebaskan Tanah Suci Yerusalem. Bakar membakar semangat ini menggerakan tiga raja, Frederick Barbarossa Raja Roma, Philip August, Raja Perancis dan Richard the Lionheart, Raja Inggris. Mereka berbondong -bondong menuju Yerusalem untuk membebaskan tanah suci dari Salahudin Al Ayubi.

Hoaks sudah terjadi ratusan bahkan ribuan tahun lalu. Di perang Salib, hoaks menyebarkan berita bohong, ke setiap warga Eropa untuk menggelorakan semangat perang.

Screen Shot 2020-05-04 at 06.20.32

Di balik benteng Yerusalem, perempuan Perancis kebingungan karena kehilangan anak. Dengan menangis tersedu ia bersimpuh di kaki Sultan. Sultan meraih tangan dan membangkitkan si ibu, sembari berjanji akan menemukan si anak. Sultan mencari kemana-mana. Ke Utara, ke Selatan, ke Timur, ke Barat. Tidak berhenti sampai menemukan si anak. Di Salah satu gerbang, si anak ditemukan bersama prajurit. Si anak terpisah dari si Ibu dan dirawat prajurit. Dengan gembira, Si Ibu memeluk si anak. Kebaikan Sultan Solahuddin Al Ayyubi ini dikenang dalam sejarah.

Ketika menaklukkan Yerusalem, tidak ada darah tertumpah. Tidak ada nyawa melayang. Damai. Kaum Kristiani boleh meninggalkan Yerusalem dengan membayar pajak. Kepala Gereja Yerusalem membawa harta benda yang diangkut puluhan keledai. Dia tidak peduli, enggan membayar untuk umatnya. Para bangsawan juga hanya peduli dirinya sendiri. Tidak mau membayar pajak untuk membebaskan rakyatnya. 

Salahudin membayar pajak para tahanan dari kantongnya sendiri. Membebaskan mereka untuk meninggalkan Yerusalem dan menjamin keselamatan mereka.

Kisah ini bisa ditonton di seri dokumenter The Crusade, An Arab Perspective. Perang Salib dari sudut pandang Arab garapan Al Jazeera. Dokumenter yang menawarkan pandangan yang berbeda. Selama ini sejarah dan narasi Perang Salib didominasi versi Barat. Di seri ini sejarawan dari Lebanon, Suriah, Mesir diwawancarai. Ada juga sejarawan dari Inggris dan Perancis. Penggambaran ulang adegan sangat menarik dengan aktor, busana, setting kota yang mirip aslinya.

Al Jazeera memproduksi empat episode. Durasi setiap episode sekitar 45 menit.. Sebaiknya ditonton berurutan agar memahami jalan cerita secara utuh.

Silakan simak seri dokumenter ini di situs Al Jazeera atau di Youtube.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s